Arti dan Makna 10 Simbol Hewan

Berikut adalah makna hewan-hewan dalam sebuah simbol.
Beruang, Elang, Gajah, Katak, Kelelawar, Lebah, Lumba-lumba,   Serigala, Singa dan Ular


Beruang
Dalam ilmu Alkimia atau ilmu pengetahuan pada di masyarakat barat kuno, Beruang merupakan nigredo (Nigredo, atau kegelapan dalam alkimia berarti pembusukan atau dekomposisi. Para alkemis atau ahli alkimia percaya bahwa sebagai langkah pertama dalam mencapai batu filsuf semua bahan alkimia harus dibersihkan dan dimasak secara ekstensif untuk menseragamkan kehitamannya) dari bahan utama dalam ilmu alkimia sehingga hewan ini melambangkan semua jenis cara dan naluri. Berdasarkan pemahaman itu maka beruang kemudian dianggap sebagai sesuatu yang berbahaya dan kejam. Beruang juga dianggap sebagai hewan yang berasal dari bulan dan merupakan sahabat dari Dewi Hutan.

Elang
Secara umum berhubungan dengan hal-hal yang bersifat spritual, posisi atau kedudukan yang tinggi dan semangat pantang menyerah yang terus menyala bagaikan sinar matahari yang terus bersinar. Dalam tulisan Mesir kuno huruf A digambarkan sebagai burung elang yang bertugas sebagai penghangat dan penanda awal dari hari. Elang adalah burung yang sepanjang hidupnya selalu diliputi oleh cahaya matahari dan karena itu pada inti dari hewan ini dianggap memiliki cahaya yang terbagi dalam  element udara dan api. Perbandingannya pada burung Hantu yang dianggap sebagai burung kegalapan dan lambang kematian. Elang juga melambangkan sosok seorang ayah, pemberani, kecepatan, penerbangan, berhubungan dengan petir dan guntur. Elang juga melambangkan dewa perang dan kekuasaan. Elang sering dilukiskan dengan berkepala singa, hal ini melambangkan kekuatan dan kekuasaannya di udara bagaikan singa di darat. Di Amerika pada masa sebelum Kolumbus, elang memiliki simbolisme yang sama, menandakan perjuangan antara spiritual dan prinsip langit dan dunia bawah. Perlambangan ini berlaku pada seni Romanesque. Di Suriah kuno, elang yang berlengan manusia disimbolkan menyembah matahari. Hal tersebut melambangkan jiwa yang abadi. Dalam kekristenan, elang dianggap sebagai seorang utusan dari surga. Pada tradisi Yunani elang diyakini dapat terbang lebih tinggi daripada burung lainnya, dan karenanya dianggap sebagai ekspresi paling tepat dari keagungan ilahi.

Gajah
Secara umum simbol gajah melambangkan kekuatan dan tenaga libido. Kepercayaan masyarakat India menganggap gajah sebagai penopang dan penyangga alam semesta. Pada prosesi kerajaan di India gajah merupakan kendaraan yang dinaiki oleh raja dan ratu. Selain itu gajah juga melambangkan simbol awan karena warnanya yang abu-abu.
Pada abad pertengahan gajah melambangkan kebijaksanaan, moderasi, keabadian, dan
belas kasihan.

Katak
Hewan transisi antara darat dan air karena hidup di dua alam tersebut. Beberapa legenda mengatakan katak hewan yang berasal dari bulan. Katak juga dianggap sebagai penentu turunnya hujan. Bagi masyarakat Mesir kuno katak dianggap sebagai hewan pembawa kesuburan. Ini didasari oleh kehadiran mereka di sungai Nil sebelum terjadi luapan sungai yang mendatangkan kesuburan. Menurut Blavatsky, sifat ampibi dan muncul serta hilang menjadikan katak sebagai salah satu mahkluk utama dalam ide penciptaan dan kebangkitan. Katak juga melambangkan puncak evolusi manusia yang diperkuat oleh cerita rakyat mengenai katak yang menjelma menjadi manusia.

Kelelawar
Banyak pandangan yang keliru tentang Kelelawar karena sifat alami hewan ini tidak biasa yaitu melakukan aktivitas dan kegiatan pada malam hari. Di Cina Kelelawar dianggap melambangkan kebahagian dan umur panjang. Masyarakat barat jaman dahulu mengganggap Kelelawar kurang lebih sama seperti naga dan digolongkan sebagai mahkluk berkelamin ganda atau hermaphrodit. Bentuk sayapnya selalu disangkutpautkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan neraka.

Lebah
Dalam tulisan Mesir kuno lebah melambangkan susunan atau struktur kerajaan dengan menganalogikan struktur dari komunitas lebah. Terutama lebah dianggap sebagai symbol kreativitas, kerja keras dan kemakmuran karena madu yang dihasilkan oleh lebah. Dalam kitab suci perjanjian lama pada bagian perumpamaan mengenai Samson lebah dimaknai sama seperti pada masyarakat Mesir kuno. Masyarakat Yunani menganggap lebah sebagai lambang kerja keras dan ketaatan. Tradisi Delphic (salah satu tradisi Yunani Kuno) menganggap bahwa kuil mereka yang kedua dibangun oleh lebah. Pada ajaran tentang kehidupan gaib lebah melambangkan jiwa manusia bukan hanya kerena madu tapi juga karena pola hidup lebah yang selalu bersama-sama dianggap sama seperti kumpulan jiwa-jiwa dalam suatu tempat suci di mana suatu saat nanti semua jiwa manusia akan berkumpul di tempat itu. Dalam masyarakat Kristen lebah melambangkan kerajinan dan pandai berbicara. Di masyarakat Indo Arya dan dalam tradisi Muslim pandangan tentang lebah tidak berbeda dengan ajaran tentang kehidupan gaib.

Lumba-lumba
Pada beberapa simbol melukiskan lumba-lumba dengan corak dua lumba-lumba kembar dengan posisi satu di atas dan lainnya di bawah dan hal ini melambangkan dual aliran kosmik involusi dan evolusi. Lumba-lumba diartikan sebagai lambang keselamatan yang diinspirasi oleh legenda kuno bahwa lumba-lumba adalah sahabat manusia. Figur lumba-lumba juga biasa dibuat melingkari bagian jangkar kapal dengan tujuan mengingatkan agar selalu berhati-hati.

Singa
Singa melambangkan emas dan dianggap bagai matahari yang turun ke tanah. Hal tersebut menjadikan singa sebagai simbol dari dewa matahari seperti Mithras. Orang Mesir kuno percaya bahwa singa yang menyebabkan banjir tahunan pada sungai Nil karena bertepatan dengan masuknya cahaya matahari ke lambang zodiac Leo selama perayaan hari anjing. Kulit singa dianggap sebagai atribut atau bagian dari sinar matahari. Dalam ilmu pengetahun “Singa dari logam” dipakai untuk menyebut logam emas. Singa juga dipakai untuk menandakan waktu seperti singa muda sebagai pagi hari dan singa tua sebagai waktu matahari terbenam.

Serigala
Bagi orang Romawi dan Mesir kuno Serigala adalah lambang keberanian. Serigala juga dianggap menjelma sebagai pengawal pada setiap kejadian-kejadian besar. Pada mitologi masyarakat Nordik dikatakan ada seokor serigala yang mengirikan bernama Fenris yang berhasil menghancurkan rantai besi dan pergi ke dalam perut bumi. Di mana pada saat senja, keluar dari dalam perut bumi tempat serigala tersebut tinggal para raksasa jahat yang kemudian akan menelan matahari. Dari cerita ini maka serigala dianggap sebagai lambang kejahatan bagi masyarakat Nordik.

Ular
Keterbatasan fisik tidak menghalangi gerakan lincahnya saat ditanah maupun saat memanjat. Hal itu membuat hewan ini dianggap sebagai lambang keuletan, kekuatan dan kesederhanaan. Di India ular sangat dihormati sebagai hewan suci karena dianggap sebagai penjaga mata air kehidupan dan keabadian. Karena bentuknya yang berliku-liku maka ular dianggap sebagai simbol dari kebijaksanaan dan sebuah misteri besar.
Pandangan negatif terhadap ular adalah ular merupakan lambang kehancuran hal ini terjadi ketika pada jaman Mesir kuno ketika Musa yang membawa tongkat yang bisa menjadi ular meninggalkan Mesir dan menyeberangi laut merah maka semua kekuataan tentara Mesir ikut tenggelam di laut merah. Ular merupakan simbol penggoda, ini didukung oleh tulisan dalan Alkitab yang menyatakan dosa asal manusia oleh Adam dan Hawa disebabkan oleh godaan ular.
Sumber: Dari berbagai sumber

About these ads

Satu gagasan untuk “Arti dan Makna 10 Simbol Hewan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s