DOA YANG BENAR

Suatu ketika ada 2 orang pria yang sangat mencintai gadis pujaan hatinya. Tapi boleh dibilang cinta merka berdua bertepuk sebelah tangan, karena masing-masing gadis pujaan mereka sudah memiliki pasangan yang sangat dicintai. Pria pertama betekad untuk memperjuangkan cintanya. Dia rela melakukan apa saja untuk merebut hati gadis pujaannya tersebut. Dia rela korbankan segalanya mulai dari materi, pekerjaan, bahkan waktunya dia berikan asal ia bisa bersama gadis tersebut. Dia berharap suatu saat nanti segala jerih payah, materi, pekerjaan dan waktu yang ia korbankan, dapat menjadi bukti kepada sang gadis, bahwa ia mencintainya, bahkan lebih dari pasangan sang gadis. Setiap hari ia berdoa memohon kepada Tuhan untuk meluluhkan hati sang gadis. Dia berdoa, “Ya Tuhan, luluhkanlah hatinya, agar ia dapat bersamaku, saya rela memberikan segala jerih payah materi, pekerjaan, waktu dan segalanya, asal ia bisa hidup bahagia bersamaku”.
Berbeda dengan pria kedua, dia tidak melakukan apapun untuk memperjuangkan cintanya. Dia hanya menjadi teman baik sang gadis, menemaninya dalam suka dan duka. Dia memendam berjuta-juta perasaan cintanyan kepada sang gadis. Dia merasa tidak mampu memberikan apa yang dicari sang gadis, yaitu sebuah kebahagiaan. Dia berpikir bahwa sang gadis akan lebih akan lebih bahagia bersama pasanganya yang mampu memberikan segalanya, dibandingkan dengan dirinya yang hanya bisa berdoa untuk sang gadis. Dalam setiap doanya ia berkata, “Ya Tuhan, biarkanlah dia hidup bahagia bersama orang yang tepat, yang benar-benar mencintainya dengan tulus, mampu memberikan segalanya, rela berkorban, melakukan apa saja untuk dirinya sehingga Dia bisa hidup bahagia, karena jika dia bahagia maka saya pun juga bahagia”.
Dari doa kedua pria tersebut, menurut saudara doa manakah yang akan dibenarkan oleh Tuhan? Apakah doa pria pertama yang yang rela berkorban / memberikan segalanya demi sang gadis, sehingga ia bisa hidup bahagia bersama yang gadis, tanpa melihat dari sisi sang gadis, apa yang dibutuhkannya dan mengapa ia mencintai pasangannya. Ataukah doa pria kedua yang berharap sang gadis hidup bahagia, bersama orang yang tepat dan mampu memberikan segalanya, karena ia merasa bahagia bial sang gadis yang sangat dicintainya tersebut juga hidup bahagia.
Kita kembali kepada pengertian doa yang sejati itu sendiri, doa yang penuh kasih, doa yang tulus dari dalam hati, tanpa ada maksud untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Tuhan sendiri telah mengajarkan kepada kita, agar dalam setiap doa kita peduli terhadap orang lain, bagaimana orang lain tersebut dapat bahagia dan mengalami damai sejahtera, bukan keegoisan yang Tuhan ajarkan membuat diri sendiri bahagia tanpa peduli orang lain juga bahagia atau tidak.
Lalu bagaiman dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang dalam setiap doa dan tindakannya egois, mementingkan diri sendiri?, ataukah kita orang yang mementingkan orang lain, baik dalam setiap doa dan tindakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s