DURI DALAM DAGING (II) 17 Mei 2009

“ma, aku bisa bertahan g sampai papa pulang?”. Kata-kata bernada putus asa, pasrah, dan tidak tau lagi harus berbuat apa, tersebut diucapkan oleh seorang pemuda kanker kronis kepada ibunya, ketika sang ayah pergi ke luar negeri untuk kepentingan tugas kantornya, berminggu-minggu, tanpa diketahui kapan selesai dan kembali ke rumah.
Tentu saja sang ibu menangis tersedu-sedu ketika mendengarnya.
Bertahan, menguatkan iman, tak boleh lengah, hingga jatuh, percaya bahwa harapan itu masih ada, dan yakin ada rencana yang indah dibalik ini semua. Itulah yang munkin hanya dapat dilakukan ibu tersebut, melihat anaknya sendiri mulai goyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s