Misteri Kotak Kado

Kata orang karena cinta orang bisa melakukan apa saja, mulai dari rela mengeluarkan uang yang jumlahnya tak terhitung, hingga jadi tukang ojek setia demi cintanya itu. Lalu bagaiman dengan orang yang nggak punya apa-apa untuk memperjuangkan cintanya? 13 orang teman kos saya dengan kompak mengatakan: “Makan tu cinta!”, 4 orang tukang ojek dengan jari telunjuk mengatakan: “Kasihan deh loe!”, 3 orang pedagang asongan dengan mantap mengatakan: “hii…!”, dan 1 orang bodoh+idiot dengan air liur yang mengalir mengatakan: ”kado…!”. …Ge…lo…dak…joko sembung makan permen, nggak nyambung, men…!
Ngomong-ngomong soal kado, beberapa bulan yang lalu tepatnya hari jumat (30/01/09), saya memberikan sebuah kado kepada serang cewek yang tidak mau disebutkan namanya, sebut saja namanya Joko Tarub (bukan nama sebenarnya). Semua orang pasti senang ketika mendapatkan sebuah bingkisan, hadiah atau kado, sayapun juga demikian, ketika masih kecil. Setiap natal tiba, selalu kado yang saya tunggu, apalagi ulang tahun, g peduli apapun isinya saya suka, “lha wong dikasih!!!”, itu yang ada di dalam pikiran saya pada asaat itu. Tapi saya yakin Joko Tarub pasti kecewa ketika membuka dan menemukan isi kado yang saya berikan tersebut. Masih untung kalau cuma kecewa, jangan-jangan kotak kjado tersebut dibawa dengan gagang sapu dan dimasukkan ke dalam kotak istimewa lainnya (kotak sampah), setelah itu dengan histeris dia teriak, “hii…!”.
Tapi kalau dilihat kebelakang, bahasa kerenya … flash … disk!, ada misteri di balik kotak kado tersebut. Jok Tarub pati kaget dan teriak ketika mendengarnya, “wow, misteri!!, takuut…!, emangnya misteri apa?, sudah kubuang tuh! (hii…!)”. saya sendiri juga g tau misteri apa, tapi yang jelas beberapa ahli forensik ketika saya wawancarai mengatakan bahwa ada misteri!, misteri!, pokoknya misteri! …?. Tapi setelah saya melakukan polling melalui SMS, beberapa hari yang lalu, hasilnya 200 juta penduduk Indonesia menyatakan bahwa tidak mengiginkan misteri itu diungkap, sedangkan sekitar 1 triliun penduduk dunia menyatakan bahwa menginginkan misteri itu diungkap!!!, hanya 2 orang yang abstain dengan alasan sibuk karena jadwal tugas kepresidenan yang padat dan yang satunya bilang kalau g ada pulsa. Melihat hasil polling yang ngawur tersebut, maka akhirnya terpaksa saya ungkapkan misteri tersebut. Berikut adalah misterinya.
Kakak saya, di sela-sela pelayananya adalah seorang pembuat kotak kado, dari kecil hingga besar, dari kertas karton dan kado seharga tidak lebih dari Rp. 3000 bisa menjadi sebuah kotak kado yang cantik seharga Rp. 30.000 ketika telah masuk ke TB. Gram…(tiiit…!, disensor, dilarang menyebutkan merk). Tanpa sadar selama 3 tahun saya melihat dan mempelajari cara-cara membuat kotak kado tersebut, mulai dari perancangan pola, cara melipat kertas, dlsbgnya. Kebetulan yang aneh selama menjadi anak kos saya sering mengumpulkan kotak-kotak bekas makanan ataupun roti yang telah kosong, menumpuk dalam kamar, dari sinilah saya dapat ide bagaimana membuat kotak-kotak bekas tersebut menjadi sebuah kotak kado!, buat apa?, g tau pokoknya buat!!, inilah misteri yang pertama.
Beberapa hari setelah pulang dari KPM di Blitar (di Eropa biasa disebut: Kuliah Pengabdian Masyarakat), saya sumpek, kecewa pada diri sendiri,…, waria yang biasa ngamen di depan kosan ku bilang: “mengapa aku begini…?”. Tapi untungnya saya g sampai gila seperti itu, saya cuma stress, setelah kegagalan-kegagalan yang aku alami…, mungkin kalau saja Thomas Alva Edison masih hidup, akan bertanya: “kegagalan apa, Maas?”, saya pasti akan segera menjawab: ”kegagalan, ya pokoknya kegagalan!!, butuh waktu 5 tahun untuk menulis semua kegagalan-kegagalan tersebut pada halaman ini…!!”. Saat itu kondisi kamar kos saya berantakkan sekali, lantai kotor berdebu, baju-baju kotor bergelantungan, buku, kertas-kertas tugas yang g terpakai berserakkan dimana-mana. Banyaknya kertas-kertas tugas yang g terpakai tersebut memunculkan ide yang brilian dan bodoh di otak saya. Dari pada sumpek, stress memikirkan kegagalan demi kegagalan saya di masa lalu mendingan memikrkan cita-cita dan pengharapan saya di masa depan. Potong kecil-kecil kertasnya, tulis pengharapanya, lipat-lipat kertasnya, maka jadilah burung-burung kecil, terus, hari demi hari, tiada hari tanpa burung-burung kecil, akhirnya jumlah burung-burung kecilnya melebihi jumlah pengharapanku, gila…!, ya memang gila!!, inilah misteri keduanya, setiap satu burung kecil mewakili setiap pengharapan saya.
Saya bersyukur selalu, karena ternyata Tuhan memberikan saya talenta, talenta aneh nan unik, mecoret-coret kertas dengan pensil 2B…!. Para psikolog modern sepakat menyatakan bahwadengan mencoret-coret kertas, berarti kita sedang mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam hati,… ungkapan hati gitu loh… maksudnya!. Beberapa bulan setelak KPM di Blitar (orang Eskimo biasa menyebutnya dengan Kuliah Pengabdian Masyarakat), Joko Tarub memberikan fotonya pada saya! (hii… saya dikasih fotonya Joko Tarub*#), coret sana coret sini, maka jadilah Joko Tarub, … WHAT!!!, Joko Tarub? ,. 13 orang teman kos saya dengan kompak mengatakan: “ya, itu Joko Tarub”, 4 orang tukang ojek dengan ibu jari mengatakan: “Joko Tarub, nih ye!”, 3 orang pedagang asongan dengan mantap mengatakan: “Joko Tarub!”, dan 1 orang bodoh+idiot dengan air liur yang mengalir mengatakan: ”kog bisa?”. Itulah yang menjadi misterinya, sekaligus menjadi misteri kotak kado yang ketiga, mengambar wajah orang asing, bukan anggota keluarga yang selama ini ada dalam hati (benar-benar dalam hati,… lho!) seperti bapak ibu adik kakak … Salah seorang teman kos saya, ketika penasaran selalu bilang: “Ada…Apa…ini?”
Kemudian dari ketiga miosteri tersebut saya kumpulkan jadi satu, menjadi sebuah kado. Kado yang spesial buat saya namun sebaliknya g speSIAL buat yang menerima. Karena bagi Joko Tarub, itu sampah!, tapi benar-benar spesial, sangat-sangat spesial buat saya, karena kado tersebut merupakan gabungan dari misteri, pengharapan, talenta dan yang jelas merupakan ungkapan isi hati saya. Saya g tau apa yang mendorong say melakukan hal bodoh itu, saya merasa ada yang salah pada diri saya, tapi semakin saya mencoba memperbaiki kesalahan tersebut, semakin saya salah, salah, salah dan salah, bahkan sampai menjadi salah tur bodho. Munngkin benar kata-kata orang bodoh+idiot di atas dengan air liurnya yang mengalir mengatakan: “katakan dengan kado!”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s