KaLiGRafi….

Bapa kami yang di Surga, Dikuduskanlah namaMu, datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di Surga.

Berilah kami pada hari ini makanan yang kami perlukan, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, dan janganlah membiarkan kami ke dalam percobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan, kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya, amin.

Susuanan kalimat doa ini sungguh sangat sederhana,  tetapi memiliki makna yang cukup dalam, uneg-uneg saya tidak berusaha mengajak siapapun yang keblasuk dalam halaman ini untuk melafalkan, apalagi mengahapalkan Doa diatas, tidak pula mengajak berpolemik atas gambar kaligrafi diatas! uneg-uneg saya hanya mencoba memahami Doa ini yang tersusun dalam empat bagian:

Pendahuluan

“Bapa kami yang di surga”, Kata pendahuluan ini menempatkan saya sehingga memiliki hubungan yang indah,  dan sangat personal, Hakekat berdoa adalah hubungan pribadi antara orang yang berdoa dengan Tuhannya. Bagian ini merupakan seruan yang mengandung “rahasia penebusan”. Langsung memaparkan pula adanya “rahasia iman”, yaitu iman yang saya miliki sebagai anugerah yang berasal dari Tuhan.

Tiga Hal Memuliakan Tuhan

“Dikuduskanlah NamaMu”, Berdoa adalah mengagungkan Tuhan dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan.

“datanglah KerajaanMu” adalah kelanjutan yang wajar dari ungkapan sebelumnya. Manakala nama Tuhan diluhurkan dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan; maka kewenangan serta kuasa Allah yang mencakup segalanya itu, sungguh hadir dalam doa dan semakin luas membumi untuk menyalurkan berkat bagi sekelilingnya, inilah datangnya Kerajaan Tuhan.

“jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga”. Penyerahan total manusia kepada Tuhan! Supaya kehendak Tuhan terlaksana di bumi seperti di surga, dalam Roh penyembahan dan dalam ketaatan yang bulat. Kehendak Tuhan ini terlaksana, Kerajaan Allah bersemi di dalam hati.

Tiga Hal berkenaan dengan Manusia

“Berikanlah kami pada hari ini makanan yang kami perlukan”. bagian ini berkenaan dengan kebutuhan lahiriah manusia, demi kelangsungan hidupnya, supaya dapat menunaikan kewajiban rohaninya, dengan baik dan wajar sesuai rencana PenciptaNya.

“Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Pengampunan sama seperti makanan adalah kebutuhan utama bagi tubuh, demikian pula keperluan utama bagi jiwa adalah pengampunan, dan ketentraman jiwa adalah kemampuan dan kemauan untuk mengampuni sesama.

“Janganlah membiarkan kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat”. Maka permohonan,  penyertaan, pertolongan dan campur tangan kuasa Tuhan  menghantar kepada kesadaran untuk meluputkan diri dari pencobaan, sehingga tidak perlu jatuh tergelincir dalam kesalahan atau terlibat dalam dosa.

Kesimpulan

“Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya, amin”. Menjadi dasar bagi keseluruhan doa dan menjadi pengantar suatu persembahan kepada Tuhan; sebab Ia yang memiliki kuasa dan kewenangan penuh atas semesta alam serta berhak menjawab permohonan. Kemudian menjadi milikNya dan mengajukan permohonan semuanya demi kemuliaanNya pula.

Ternyata berdoa itu sederhana! tidak perlu bertele-tele. Dan apabila dilihat dari hakekatnya dan bukan tata bahasanya, apalagi kelompok yang mengklaim memiliki doa ini,  hampir yakin bahwa semua keyakinan membenarkan semua itu. Kalau begitu Hayo ngaku Agamamu apa?

sumber: http://cahgk.wordpress.com/2008/09/18/kaligrafi-2/

2 thoughts on “KaLiGRafi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s