Romeo dan Juliet, Kisah Cinta Sepanjang Masa

Sejak dulu, kisah cinta selalu memiliki daya tarik tersendiri. Layaknya magnet, ia dapat menarik perhatian siapa saja, tidak hanya wanita tetapi juga pria. Ia kerap menjadi bagian dari fantasi dan angan-angan manusia. Maka tak heran jika film dengan tema cinta banyak difavoritkan orang. Seperti kisah “Romeo dan Juliet” yang ditulis oleh sastrawan besar, William Shakespeare.

Kisah percintaan karya William Shakespeare ini memang sebuah masterpiece yang telah menjadi legenda sepanjang masa. Sejak dulu hingga sekarang, kisahnya telah menyebar ke seluruh belahan dunia dan tak pernah dilupakan orang. Lewat karyanya ini, William Shakespeare berhasil menyajikan romansa cinta dengan nuansa klasik dan tragedi. Romantis namun tragis, itulah gambaran umum dari kisah cinta yang melegenda ini.

Hingga kini, kisah “Romeo dan Juliet” telah sukses diadaptasi ke dalam beberapa bentuk karya, seperti drama, musikal, film, dan opera. Kisah Romeo dan Juliet yang sukses diangkat menjadi film layar lebar di antaranya film yang diproduksi tahun 1968 oleh sutradara Francesco Hayez.

Hayez menggaet aktor Leonard Whiting sebagai Romeo dan Olivia Hussey sebagai Juliet. Film ini sukses memboyong 2 penghargaan di ajang bergengsi Academy Awards dan 3 Golden Globe Awards. Film ini mengambil latar di Kota Verona, Italia. Berkat kesuksesan film inilah Kota Verona semakin dikenal.

Lanjut pada tahun 1996, sutradara Baz Luhrmann juga meluncurkan film bertema kisah cinta remaja yang mengabadikan cerita Romeo dan Juliet. Meski ceritanya tak jauh beda dari film terhadulunya, namun Luhrmann berhasil mengemas film ini dengan sentuhan berbeda dan latar yang lebih modern. Kali ini, tokoh Romeo diperankan oleh Leonardo Dicaprio dan Juliet oleh Claire Danis.

Ringkasan Cerita Romeo dan Juliet

Dikisahkan di Kota Verona, Italia, terdapat dua keluarga superpower yang saling bermusuhan sejak lama, yaitu Keluarga Montague dan Capulet. Mulanya, Romeo yang berasal dari keluarga Montague jatuh hati pada Rosaline yang berasal dari keluarga Capulet.

Suatu ketika, Tuan besar Capulet, yaitu ayah Juliet, berencana mengadakan pesta besar dan mengundang semua rekan bisnis serta teman-temannya. Keluarga Montague tentu saja tidak diundang. Namun, Romeo nekat menghadiri pesta tersebut karena ingin bertemu Rosaline. Dengan kecerdasannya, ia pun sukses menyamar dan menyelinap ke pesta tersebut.

Begitu sampai di tengah pesta, perhatian Romeo justru teralihkan dengan pesona Juliet, bukannya Rosaline. Romeo pun langsung jatuh hati. Di tengah masa saling mengagumi satu sama lain, keduanya harus menelan kekecewaan setelah mengetahui bahwa mereka lahir dari keluarga yang saling bermusuhan.

Meski demikian, sepasang remaja ini tidak ingin menyerah dengan permusuhan keluarga yang dihadapi. Mereka berusaha menyatukan diri di tengah ancaman dan kekerasan dari keluarga masing-masing. Dengan bantuan teman Romeo, yaitu Pastor Lawrence, mereka menikah secara diam-diam.

Sayangnya di tengah kebahagiaan tersebut, salah satu sahabat Romeo meninggal ditangan sepupu Juliet, Tybalt. Romeo yang awalnya tidak lagi menyimpan dendam untuk keluarga Capulet, akhirnya membalas dengan membunuh Tybalt.

Kejadian ini tentu saja memperbesar api permusuhan antara Capulet dan Montague. Ayah Juliet yang tidak mengetahui pernikahan putrinya, memutuskan untuk menikahkan Juliet dengan seorang pemuda bernama Paris.

Cinta yang ditentang membuat Juliet putus asa. Ia pun berkonsultasi dan membuat rencana dengan Pastor Lawrence.

Pastor Lawrence menyarankan agar Juliet pura-pura menyetujui pernikahan yang diatur ayahnya. Namun ketika pagi hari menjelang pernikahan, dia harus minum ramuan yang akan membuatnya tampak seperti sudah meninggal. Setelah itu, dia akan dimasukkan ke dalam lemari besi penguburan Capulet. Kemudian, Pastor pun akan mengirimkan Romeo untuk menyelamatkannya.

Ironisnya, sebelum rencana ini sampai ke telinga Romeo, ia telah mengetahui kematian istri tercintanya dari orang lain.

Dengan hati yang hancur, Romeo pun pergi melihat Juliet untuk terakhir kalinya. Di sana, ia sempat dihadang oleh Paris yang dengan sekejab Romeo membunuhnya. Tak ada satu pun yang bisa menghentikan ia untuk bersatu dengan kekasih tercintanya. Di samping tubuh Juliet, ia menelan racun yang dibelinya lalu mati seketika.

Namun beberapa waktu kemudian, Juliet pun terbagun dengan sebuah harapan kosong. Ia justru melihat tubuh suaminya yang tanpa nyawa. Merasa tak lagi punya alasan untuk hidup, Juliet perlahan mengambil belati Romeo dan membunuh dirinya dengan benda tersebut.

sumber: berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s